Hidup Pendidikan Indonesia!

Selasa 2 Mei 2017, sebagai Momentum Hari Pendidikan Nasional,  dijadikan sebagai ajang evaluasi dengan menaruh harapan dari masyarakat akan pendidikan yang berintegritas, administrasi yang terjangkau serta melawan segala bentuk liberalisasi sampai komersialisasi pendidikan. Banyak yang merasa gusar akan pendidikan di Indonesia saat ini. Tengok saudara saudara kita di daerah.  Indonesia begitu luas, jangan hanya melihat dari satu sudut pandang dan wilayah perkotaan saja. Kita harus peduli akan Pendidikan.

BEM rema UPI sebagai Kampus Pendidikan memaknai hari pendidikan salah satunya dengan turun aksi ke jalan menuju ke Kemenristekdikti serta dilanjutkan menuju Kemendikbud. Bersama dengan Badan eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Wilayah Banten, Serang, Jakarta dan bogor (BEM SI BSJB) yang terdiri dari BEM UNJ, BEM IPB, BEM SEBI, BEM Yarsi dan Bem lainya. Bersama-sama untuk memberikan hasil kajian dan evaluasi terkait pendidikan di negeri ini. Dari permasalahan yang ada di pendidikan dasar dan menengah sampai pendidikan tinggi. Kami audiensikan pada pejabat petinggi yang mengurus dan mempunyai kewenangan ini.

Setelah Mahasiswa melakukan orasi di depan gedung kemenristekdikti, beberapa mahasiswa perwakilan dari IPB dan UPI melakukan audiensi dengan pejabat di kemenristekdikti dan bertemu dengan bapak Sukina selaku Kasubdit Kemahasiswaan, Bapak Iskandar kasubdit minat dan bakat dan bapak Kevin Kasubag TU dan Kepegawaian.  Menurut keterangan beliau, Menristekdikti beserta pejabat eselon 1 sedang di Surabaya untuk mengikuti upacara hari pendidikan Nasional.

Kami memberikan beberapa aspirasi dan tuntutan kepada perwakilan kemenristekdikti, diantaranya:

  1. Menuntut agar kemenristekdikti serius mengurus pendidikan tinggi di Indonesia serta membuat kebijakan yang pro terhadap mahasiswa agar setiap anak bangsa dapat mengakses pendidikan tinggi di Indonesia.
  2. Menetapkan peraturan mengenai transparansi UKT dan sistem penyesuaian atau verifikasi UKT yang diatur secara umum oleh Kemenristekdikti dalam perundang-undangan guna menjamin kepastian hukum bagi mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
  3. Menuntut Kemenristekdikti untuk menghapus UU No. 39 tahun 2016 pasal 10 tentang Uang Pangkal bagi Mahasiswa Asing, Internasional, Kerja sama dan Jalur Mandiri.
  4. Menolak segala bentuk usaha komersialisasi dan liberalisasi Pendidikan Tinggi dalam bentuk Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum.
  5. Menuntut Kemeneristekdikti untuk mengusut setiap kampus yang melakukan komersialiasi fasilitas kampus.
  6. Menuntut agar Kemeneristekdikti membuat peraturan dalam perundang-undangan yang mengatur kepastian adanya unsur mahasiswa di dalam Majelis Wali Amanat (MWA)

Selama Proses audiensi cukup menyita waktu dan dinamis, namun perwakilan kememristekdikti nya tidak bisa menanggapi dengan komprehensif karena bukan kompetensi mereka yang merubah kebijakan. Namun mereka berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa ini kepada Menteri dan pejabat terkait.

Kemudian di akhir, Mahasiswa UPI dan IPB serta perwakilan Kemristekdikti di atas membuat nota kesepakatan yang isinya mahasiswa meminta perwakilan kemenristekdikti berkomitmen untuk memfasilitasi mahasiswa untuk bertemu dengan menristekdikti. Dan menyampaikan tuntutan aksi dan aspirasi kami secara langsung. Dan kita pun saling menyepakati, dan akan di atur waktu yang pas untuk Mahasiswa dari BEM SI untuk bertemu Menristekdikti.

Setelah selesai dari Kemenristekdikti kami menuju kemendikbud untuk melanjutkan aksi kami terkait pendidikan dasar dan menengah.
Kami membawa suara dari masyarakat yang sebelumnya kami melakukan aksi di CFD bandung, terkait pendidikan di tanah air. Harapan itu
kami sampaikan kepada kemendikbud. Dalam audiensi salah satu perwakilan dari BEM REMA UPI serta bersama perwakilan dari Kampus wilayah BSJB.
Audiensi dengan pejabat di sana menghasilkan beberapa point. Diantaranya menjanjikan akan adanya UU terkait wajar 12 tahun pada tahun 2019 nanti.
Lalu, terkait anggaran pendidikan yang mengakui bahwa anggaran pendidikan belum sesuai dengan amanat konstitusi.
Serta akan memberikan kabar hari senin minggu depan akan diatur pertemuan mahasiswa dan mendikbud, terkait hasil kajian kami mengenai pendidikan dasar dan menengah.

Karena Pendidikanlah yang mampu menerangi anak bangsanya dari kebodohan. Perjuangan ini tak kan selesai sampai Pendidikan Indonesia
mampu dirasakan adil dan pro terhadap rakyat.

Hidup Pendidikan Indonesia!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Mahasiswa!
Narahubung :
Arif R
088218766150

#ReAksi2Mei
#JaminanPendidikanNasional

Free WordPress Themes, Free Android Games